Cara Menentukan Benefit dan Cost pada Metode SAW

By | 04/12/2018

Kalau misalkan anda sedang penelitian tentang metode Simple Additive Weighting (SAW), pasti akan menemukan istilah benefit (keuntungan) ataupun cost (biaya).

Nah, benefit atau cost tersebut biasanya digunakan untuk menentukan tipe-tipe kriteria yang akan digunakan. Karena di metode SAW, setiap kriteria harus dimasukkan kedalam tipe tersebut, benefit atau cost.

Kriteria Tipe Benefit

Untuk menentukan kriteria mana yang termasuk kedalam tipe benefit, cukup mudah dilakukan.

Caranya adalah tinggal jawab pertanyaan ini, “Apakah kriteria ini mempunyai nilai yang jika lebih besar maka lebih baik?”

Kalau jawabannya iya, maka kriteria tersebut masuk kedalam kriteria tipe benefit.

Contohnya adalah, misal terdapat kriteria Nilai Mahasiswa, dan subkriteria nya adalah:

  1. Nilai A = bobot 40
  2. Nilai B = bobot 30
  3. Nilai C = bobot 20
  4. Nilai D = bobot 10
  5. Nilai E = bobot 0

Nah kalau dilihat dari kriteria tersebut, tentu nilai (bobot) yang lebih besar maka lebih baik kan? Jadi, kriteria Nilai Mahasiswa ini termasuk kedalam kriteria tipe benefit.

Kriteria Tipe Cost

Kalau tipe cost, kebalikannya dari tipe benefit. Cara menentukan kriteria mana yang masuk kedalam tipe cost, tinggal jawab saja pertanyaan ini:

“Apakah kriteria ini mempunyai nilai yang jika lebih kecil maka lebih baik?”

Contohnya terdapat kriteria Uang Semester per Bulan, dengan subkriteria sebagai berikut:

  1. 4.000.000 = bobot 40
  2. 3.000.000 = bobot 30
  3. 2.000.000 = bobot 20
  4. 1.000.000 = bobot 10

Kalau melihat dari kriteria tersebut, tentu kita ingin Uang Semester yang lebih kecil kan? Artinya kriteria ini mempunyai kecenderungan semakin kecil nilainya maka semakin baik.

Jadi, kriteria ini masuk kedalam tipe cost.

Kira-kira seperti itulah cara menentukan kriteria mana yang masuk kedalam tipe benefit ataupun tipe cost pada metode SAW.

Komentar